Thursday, December 31, 2009

CaptainHook Diproduseri Pentolan Kangen Band

KabarIndonesia – Pada 1 Januari 2007 lalu, 3 remaja Bandung; Rezka Chaniago (Rezka), Fery Febriawan (Pay) dan Rendy Prayoga (Rendy), membentuk band yang diberi nama Cleva. Dalam perjalanannya, Cleva pun mengalami perombakan dan tukar posisi.

Kemudian, pada 28 September 2009 bergabunglah Fariez Herlambang (Bintang). Lalu, tepat 3 Oktober 2009, mereka sepakat mengganti nama band mereka menjadi CaptainHook dengan formasi baru, sebagai berikut : Rezka Chaniago (Rezka, gitar1), Fery Febriawan (Pay, gitar2), Rendy Prayoga (Rendy, drum), Alsen Vox (Al, bass) dan Fariez Herlambang (Bintang, vokal).

“Nama CaptainHook menurut kami, sangat keren, macho dan tangguh; maka kami suka dengan nama tersebut,” jelas Pay yang lahir di Bandung pada 28 Februari 1989. 

Mereka mengusung genre pop alternative dengan hits single berjudul Dengar Bintangku yang diciptkan oleh Eko Heriyanto. 

Pecipta lagu mereka tak lain adalah kakak dari Dody Hardianto, pentolan Kangen Band yang juga merangkap sebagai producer dari band baru yang bernaung di bawah label Nagaswara ini.

“Lagu kami menceritakan tentang cinta yang selalu dihinggapi masalah,” cerita Rendy yang berzodiak Aries.

Dody sendiri sebagai producer sangat optimis karier CaptainHook bisa melesat. “Bukan saja karena lagu mereka bagus tapi tampang mereka pun sangat mendukung, jadi pasti dapat memikat hati perempuan.”


sumber : http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=9&jd=CaptainHook+Diproduseri+Pentolan+Kangen+Band&dn=20091231003703

Gus Dur Ingin Gus Mus Jadi Ketua Rois Aam PBNU


Jakarta - Banyak cerita terungkap setelah Gus Dur meninggal. Selain soal kehidupan sehari-harinya yang luar biasa, Gus Dur juga masih punya mimpi soal kejayaan NU di tahun-tahun mendatang.

Dalam beberapa kesempatan, Gus Dur mengungkapkan keinginannya soal posisi Rois Aam PBNU (semacam dewan syuro PKB). Gus Dur ingin posisi Rois Aam yang saat ini diduduki KH Sahal Mahfud yang kabarnya tidak mau dipilih kembali, dapat dilanjutkan oleh KH Mustofa Bisri (Gus Mus).

"Beberapa kali saya bertemu beliau sebelum wafat, beliau bercerita secara terbuka soal keinginanya agar Gus Mus menjadi Rois Aam PBNU. Ini mungkin termasuk wasiat beliau," kata salah satu orang dekat Gus Dur, Imam Mudzakkir kepada detikcom, Kamis (31/12/2009).

Gus Mus yang memang teman dekat Gus Dur sejak kecil dan sampai sekarang memiliki jiwa kepemimpinan dan ketokohan yang tidak diragukan. Gus Mus yang dalam prosesi pemakaman Gus Dur didaulat membacakan doa dari pihak keluarga juga mempunyai kredibilitas yang kapabilitas yang tak perlu diragukan lagi.

"Gus Dur bilang, kalau Gus Mus jadi Rois Aam dan saya ketua dewan syuro, luar biasa mas nanti kita. Siapa yang tidak kenal kita," papar Imam menirukan Gus Dur.

Mudzakkir pun menceritakan maksud Gus Dur bersilaturahmi ke Rembang seminggu sebelum wafatnya. Selain menebus rasa kangen dengan sahabat sejatinya itu, kehadiran Gus Dur ke kediaman Gus Mus karena ingin menegaskan agar Gus Mus mau menjadi Rois Aam Syuriah PBNU.

"Tujuan utama beliau ke Rembang memang kangen-kangenan sama Gus Mus. Karena sudah lama tidak bertemu. Tapi selain itu kabarnya ya untuk meminta Gus Mus jadi Rois Aam," pungkas Imam.

(yid/rdf)

sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/12/31/175452/1269753/10/gus-dur-ingin-gus-mus-jadi-ketua-rois-aam-pbnu

Beckham: Antara Milan dan MU


Liputan6.com, Milan: David Beckham mengaku hampir menangis begitu mengetahui AC Milan akan bertarung dengan Manchester United di babak perempat final Liga Champions. Meski demikian, Beckham akan menghilangkan perasaan sentimentilnya demi membawa Rossoneri memetik kemenangan. Ia rela berkorban bermain di barisan pertahanan.

“Ketika pertama kali mendengar hasil drawing saya hampir menitikkan air mata karena—Old Trafford—merupakan tempat yang sangat spesial buatku,” kata Beckham seperti dikutip Football Italia. “Saya ingin melaju ke babak berikutnya meski menghadapi klub yang penuh kenangan bagiku.”

Inilah kali pertama Beckham kembali ke Old Trafford sejak meninggalkan MU tujuh tahun silam. “Setiap hari saya merindukan bisa bermain kembali di Old Trafford sebagai pemain. Saya masih punya kenangan indah ketika bermain untuk MU. Saya kangen fans dan teman-teman. Jadi, ini tempat spesial buatku. Namun bermain kembali dengan Milan merupakan pengalaman yang ekstra spesial,” tuturnya lagi.

Untuk kedua kalinya pemain Los Angeles Galaxy yang kini menginjak usia 34 tahun itu kembali dipinjamkan ke Milan dari Januari hingga Mei. Banyak pihak yang mempertanyakan apakah Beckham bisa klop dengan taktik dan strategi milik Leonardo, pelatih Milan.

Salah satu opsi yakni Beckham bermain di posisi bek kanan menggantikan Massimo Oddo. “Saya dengan senang hati bermain di posisi mena pun, termasuk di barisan pertahanan. Saya siap meski bermain di barisan penyerang atau sebagai penjaga gawang sekali pun,” tutur bintang Inggris yang berniat tampil di Piala Dunia 2010 tersebut.(DIM)

sumber : http://bola.liputan6.com/legacalcio/200912/256870/Beckham.Antara.Milan.dan.MU

Kopiah Gus Dur 'Presiden RI' Tersimpan Rapat di Sidoarjo


Surabaya - Salah satu yang tak bisa melupakan Gus Dur adalah keluarga Alm Abdul Mudjib Manan. Mereka merasa kehilangan dengan meninggalnya Gus Dur. Keluarga Abdul Mudjib masih menyimpan peninggalan Gus Dur: kopiah 'presiden'.

Saat menjadi Gus Dur menjadi presiden, Abdul Mudjib Manan pada tahun 1 Desember 2000 diangkat menjadi sekretaris presiden setelah sebelumnya menduduki posisi staf ahli.

Apalagi setelah Gus Dur lengser, kopiah yang biasa dikenakan saat menjadi presiden diserahkan ke Abdul Mudjib Manan. Kopiah berwarna coklat yang terdapat tulisan Presiden RI dan Gus Dur diberikan sebagai kenang-kenangan.

Sejak tahun 2001 hingga sekarang, kopiah yang dikenakan Gus Dur saat mengeluarkan deklarasi dekrit pembubaran DPR itu disimpan di lemari keluarga Alm Abdul Mudjib Manan yang sekarang tinggal di Perumahan Delta Sari, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.

Abdul Mudjib Manan meninggal 26 Juni 2006. "Tidak ada yang tahu kalau kopiah bersejarah ini diberikan ke bapak. Mungkin hanya keluarga saja yang tahu," kata Achmad Seno Aldinata, putra kedua Alm Abdul Mudjib Manan saat ditemui detikcom di rumahnya, Rabu malam (30/12/2009).

Bagi Seno, demikian biasa dipanggil, sampai kapanpun keluarganya akan menjaga kopiah tersebut hingga kapanpun. "Ini pesan bapak agar kopiah yang diberikan setelah GuS Dur lengser ini dijaga," katanya didampingi ibundanya, Hj Sri Safarin.

Menurut Seno, almarhum bapaknya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Gus Dur sejak remaja. "Saat kuliah di Kairo pun satu kamar. Istilah orang Jawa sakliwetan," kata Seno mengenang. Namun setelah usai kuliah keduanya sempat putus kontak.

"Saat Gus Dur jadi presiden dan acara di Surabaya menyatakan jika kangen temannya yang tinggal di Surabaya. Lalu setelah disebutkan namanya, kemudian stafnya melacak nama bapak saya," kata Sri Wahyuni alias Yuyun, putri pertama almarhum menambahkan.

Setelah dilacak, akhirnya Abdul Mudjib Manan yuang menjadi salah satu dosen di IAIN Sunan Ampel bisa bertemu Gus Dur dan akhirnya diajak ke Jakarta. Menurut Yuyun, kopiah yang terbuat dari anyaman akar ini menjadi barang yang berharga bagi keluarganya.

"Kita sangat kehilangan Gus Dur. Gus Dur telah membuat sejarah bagi keluarga saya," katanya.

Menariknya, sebagai otentikfikasi kopiah tersebut Gus Dur memberikan surat penyataan yang ditandatangani  24 Juli 2001. Dalam selembar surat bermaterai Rp 6000 itu, Gus Dur menyatakan telah memberikan peci kepada Abdul Mudjib Manan.

Di surat tersebut ditulis ciri-ciri peci tersebut antara lain: terbuat dari bahan sejenis akar-akaran, di kedua sisi tertulis Gus Dur dan Presiden RI. Serta "Peci tersebut saya pakai pada saat dibacakan dekrit Presiden RI pada tanggal 23 Juli 2001"

"Jadi kita tidak mengaku-aku, karena ini ada surat penyataan yang langsung ditandatangani Gus Dur," pungkas Seno.
(bdh/bdh)

sumber : http://surabaya.detik.com/read/2009/12/30/231744/1268973/475/kopiah-gus-dur-presiden-ri-tersimpan-rapat-di-sidoarjo

Ribetnya Nonton Bola Raksasa Sambut Tahun Baru

JEBOLAN Stikosa-AWS ini cukup lama merantau ke negeri Paman Sam. Namanya Maya. Ia menetap di Amerika Serikat sejak tahun 2003. Menikah dengan American, Juli 2009. Sebelumnya, ia pernah menjadi Editor in Chief Radio Mercury FM Surabaya (1998-2003).  Berikut laporan Maya, penulis Citizen Journalism Tribun Kaltim yang saat tinggal di Oakhurst Manor, New Jersey, Amerika, soal fenomena menyambut datangnya tahun baru.


MALAM pergantian tahun buatku bukan hal yang istimewa. Aku tak pernah menyusun rencana di malam pergantian tahun yang sering disebut dengan old and new.  Aku masih teringat sewaktu masih berada di Surabaya dan bekerja di Radio Mercury. Waktu itu aku harus ‘melek’ di malam pergantian tahun karena aku harus berada di acara yang sengaja diadakan.

Aku ingat di malam pergantian tahun 1999 ke tahun 2000. Selain di depan gedung Mercury bikin panggung, aku harus melek untuk ‘jagain’ komputer.  Pasti ingat dengan yang namanya virus ‘Y2K’. Nah, karena sebagian besar pekerjaanku saat itu mengandalkan komputer, makanya saat countdown bersama teknisi yang juga ikutan melek, aku jaga-jaga di depan komputer sambil melihat apa yang akan terjadi. Apalagi sebelumnya ada kabar kalau virus itu cukup berbahaya karena perubahan angka dari 1 ke 2 bisa mengganggu sistem katanya.

Setelah masuk tahun baru sampai besok, syukur tak ada gangguan buat sistem komputer. Makanya usai detik-detik pergantian itu selesai, aku bisa ‘had fun’ bersama teman dan para pendengar di panggung. Betul-betul meriah saat itu. Dan di tahun-tahun selanjutnya, acara malam tahun baru hanya dilewati di jalan tol, karena saat itu Mercury bekerja sama dengan pengelola jalan tol. Seingatku hanya dua kali acara itu dilakukan. Setelah itu, aku lebih banyak menghabiskan tahun baru di rumah bersama keluargaku.
                                                   ***
SEJAK menginjakkan kaki di Amerika, malam pergantian tahun aku lewati tak begitu istimewa. Aku ingat hanya satu kali aku kumpul-kumpul bersama teman Indonesia di sebuah apartemen. Waktu itu tuan rumah bikin masakan Indonesia, dan tepat saat countdown, kami toss dengan segelas cendol. Memang aneh sih, dingin-dingin minum cendol. Lantaran kangen masakan Indonesia, maka cendol tidak dikasih es batu seperti halnya cendol di Indonesia.

Setelah itu aku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan mau melihat jatuhnya bola di Times Square lewat TV. Sayangnya, aku selalu kelewatan karena ketiduran. He... he... he……

Times Square, sebuah perempatan di jantung Kota Manhattan. Isinya hanya papan iklan terbesar. Di situlah, pusat kegiatan setiap kali malam pergantian tahun, ditandai dengan jatuhnya bola raksasa berisi kertas-kertas.

Ketika bola raksasa itu jatuh dari ketiggian tertentu saat countdown, berhamburanlah semua kertas-kertas, sebatai simbol awal tahun dengan harapan dan semangat baru. Seperti jadi tradisi, malam pergantian tahun 2009 menuju 2010 juga dipusatkan di Times Square.

Aku tak berniat pergi ke sana untuk menyaksikan detik-detik pergantian tahun yang juga diramaikan para selebritis. Dulu pada  malam pergantian tahun 2006 ke 2007, aku punya peluang ‘mau’ ke Times Square yang terkenal itu. Saat itu belum ada rencana, sampai Erlina (teman sesama perantau dari Surabaya) telepon dan ngajak pergi.

Aku setuju karena aku ingat saat itu cuaca enggak begitu dingin dan tak ada hujan, apalagi salju. Jadilah kita janjian ketemu dekat Times Square, jam 16.00 sore. Setelah makan di sebuah restoran yang lokasinya tak seberapa jauh dari Times Square, sekitar jam 18.00,  kita cari lokasi yang enak untuk menyaksikan detik-detik pergantian tahun.

Belum sampai lima menit berada di tempat itu, kami diusir polisi disuruh ke lokasi lain karena menurut mereka lokasi itu bukan untuk nonton. Di lokasi yang sudah ditentukan itu, kami kembali mengalami nasib serupa. Seperti dipimpong, hingga kali ketiga, akhirnya melahirkan rasa capek dan kesal. Kami lalu  memilih jalan-jalan di sekitar Colombus Circle dekat Lincoln Center (tempat pertunjukan jazz).

Kebetulan memang Erlina dan aku enggak pernah ke daerah itu. Jadilah kita berfoto-foto dan minum kopi ke Starbucks. Sebetulnya sih, ke Starbucks cuma pengen cari tempat pipis. Enggak tahunya ‘restroom’-nya out of order, walau kami sudah membeli kopi.

Sebel enggak? Untungnya di Lincoln Center ada supermarket yang punya restroom, walau harus antre cukup lumayan panjang. Aku pikir enggak apa-apa daripada cari lagi belum tentu dapat. Dari Colombus Circle, kita jalan balik lagi ke arah kita makan tadi. Sayangnya,  malam itu kita belum beruntung. Semakin malam, gelombang orang yang ingin masuk Times Square semakin ramai.

Akhirnya kita memutuskan untuk pulang aja dan menyaksikan jatuhnya bola itu lewat TV. Tepat jam 21.00 kita cari bus pulang, dan baru naik bus jam 22.00. Sampai di rumah aku masuk angin dan dengan segelas club soda, syukur aku bisa gelegekan dan buang gas.

Malam pergantian tahun 2006-2007 akhirnya aku lewatkan bersama Erlina  di rumahnya, sambil kita ketawa mengingat-ingat ‘usaha’ kita masuk Times Square, dan berjanji kalo ‘usaha’ itu merupakan yang pertama dan terakhir....  Selamat tahun baru, semoga harapan dan tujuan yang tak tercapai tahun ini bisa terwujud di tahun 2010...

sumber : http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/44926

Sajian Musik Mendominasi

MENIKMATI acara televisi pada malam pergantian tahun menjadi pilihan Anda yang tidak ingin keluar rumah.Beragam acara spesial pun telah disiapkan sejumlah stasiun televisi di Tanah Air.

Berkumpul bersama orang terdekat pada momen spesial seperti malam pergantian tahun memang sangat menyenangkan.Tidak perlu harus ke luar kota,ke pusat perbelanjaan, tempat hiburan malam atau pusat-pusat keramaian lainnya. Kumpul bersama orang terdekat di rumah pun menjadi pilihan menarik. Sebab, setiap stasiun televisi berusaha menampilkan programprogram spesial untuk menghibur pemirsanya.

Program musik paling mendominasi untuk menyemarakkan acara spesial tersebut. Apalagi, program musik selalu menjadi pemanis untuk menghibur pemirsa televisi pada malam pergantian tahun. Kendati demikian, setiap televisi memiliki konsep yang berbeda dalam memberi hiburan musik.Hal terpenting adalah kehadiran dan dukungan artis yang terlibat di dalamnya. Hal itu yang memberi daya tarik tersendiri.

Stasiun televisi pertama di Indonesia, RCTI, sudah lebih awal memberi hiburan tersebut. Sejak Natal kemarin, RCTI memberikan tayangan-tayangan terbaiknya. Seperti Konser Natal bertema ”Kasih Yang Sejati” dengan puluhan penyanyi papan atas, Ari Lasso, Meichan, Idol Divo (Mike, Delon, Judika), Bams, Idola Cilik (Angel, Gabriel, Patton), Daniel Christiano, Petra, Maria Shandy, Magenta Light Orchestra,Glorify Choir,EKI Dance Co dengan dipandu oleh Daniel Mananta dan Aline Andita.

Sementara,untuk acara malam pergantian tahun,RCTI siap menghadirkan musisi papan atas Indonesia yang sedang naik daun dalam ”Konser Akbar Tahun Baru 2010”. Acara ini disiarkan langsung dari Pantai Karnaval Ancol,Jakarta. Salah satu band yang siap meramaikan malam pergantian tahun bersama RCTI adalah band Ungu. Kelompok musik yang banyak menghasilkan lagu-lagu hits ini akan tampil beda.

Menurut Oncy, bandnya akan menghibur masyarakat dengan caranya sendiri sesuai dengan karakter Ungu. ”Kalau penampilan pasti beda. Kami berusaha memberikan yang terbaik.Kami ingin orang yang melihat kami itu bahagia.Tidak sekadar musik, tapi juga penampilan dan gaya kami di atas panggung,” ungkap Oncy. Kehadiran band yang menyanyikan tembang Jangan Menyerah di acara Konser Akbar Tahun Baru 2010 ini juga akan memberikan kehangatan tersendiri bagi pemirsa.

Demikian pula ST12 atau Changcuters yang bakal menemani kemeriahan malam Tahun Baru 2010 dengan lagu-lagu hitsmereka. Sementara itu Global TV hanya akan menayangkan film untuk keluarga. Sebagai saluran televisi keluarga, Global TV akan menghibur dengan sajian Big Movie Special Tahun Baru.Untuk tanggal 31 Desember, Global TV akan menayangkan film Kill Bill 1 dan dilanjutkan dengan Kill Bill 2.

”Film ini pertama kali tayang di televisi Indonesia,”kata Humas Global TV Hendrianida Primanti. Setelah kedua film tersebut, Global TVmasih akan melanjutkan dengan sajian film dini hari berjudul Enemy of the State.Tak hanya itu untuk tanggal 1 Januari, kembali Big Movie Special akan menayangkan film perang Pearl Harbouryang fenomenal. Berbedalagidengan TPI.Televisi dengan segmentasi keluarga ini membuat serangkaian acara unik dan tentu saja menarik.

Programming Division Head TPI Endah Hari Utari menyebutkan,pihaknya ingin memberikan tayangan spesial untuk dinikmati pemirsanya pada malam pergantian tahun tersebut. ”Untuk menemani pemirsa yang merayakan Tahun Baru 2010, serangkaian program menarik telah kami siapkan untuk menghiasi hari libur tersebut,”ungkap Endah.

Pada malam puncak akhir tahun, TPI akan menyajikan acara musik spesial ”Goyang Taon Baru” akan digelar secara livedari Pantai Festival Ancol, Jakarta, pada Kamis 31 Desember 2009 pukul 20.30 hingga 01.00 WIB. Sebagai stasiun televisi yang fokus dengan musik dangdut ini akan menghadirkan serangkaian musik dangdut. Raja dangdut Rhoma Irama akan memberi kemeriahan pada pemirsa TPI di rumah.

Penyanyi dan pemain film ini tidak sendirian. Rhoma akan ditemani dengan Soneta serta Ridho Rhoma dan Sonet 2 Band. Diva-diva dangdut, Ikke Nurjanah, Iis Dahlia, Erie Susan, dan Kristina juga akan menyanyikan lagu-lagu hits. Dalam kesempatan itu,TPItidak hanya memberikan sajian musik dangdut,tapi musik Melayu yang sedang digandrungi masyarakat pun dihadirkan, seperti Kangen Band dan Wali.

Tak ketinggalan bintang KDI,Maya dan Fika, akan turut menemani pemirsa pada detik-detik pergantian tahun. Televisi yang juga akan menayangkan program musik adalah SCTV.Tapi,sajian musik yang digelar tidak live. Meskipun program musik menjadi sebuah tontonan menarik bagi pemirsa, tapi setiap televisi juga menghadirkan tayangan terbaik lainnya.TPI misalnya, tidak hanya memberikan musik spesial, tapi juga variety show dan program film kartun spesial.

Semoga saja tayangan istimewa dari TPI ini bisa mendapat tempat di hati pemirsa,bahkan dapat menjadi pilihan utama.Tak lupa keluarga besar TPI mengucapkan Selamat Tahun Baru 2010. Sementara, televisi lainnya lebih memilih untuk menghadirkan program film-film terbaik, baik film terbaik Indonesia maupun film Hollywood dengan kategori box office.

Humas Indosiar Gufron Sakaril mengaku pihaknya lebih memilih menayangkan film ketimbang acara musik.Sebab,banyak televisi yang sudah menayangkan program tersebut pada malam pergantian tahun. ”Kami mencari alternatif lain untuk memberikan hiburan bagi masyarakat.Kami memang mencari yang beda.

Banyak televisi dan tempat hiburan yang menyajikan acara musik dan kami berusaha mencari yang berbeda,”sebut Gufron. Film-film yang dihadirkan Indosiar, di antaranya Chika,Rasa,Rambo IV,Gorgeous, Lonely Hearts,Black Mask.Film Chikaakan ditayangkan pada 31 Desember pukul 18.00 WIB. Film ini dibintangi Sharon Jessica, Muhammad Fardhan, Sarah Sechan,Alex Komang dan Lula Kamal.

Disusul dengan film Rasapada pukul 22.00 WIB yang dibintangi Christian Sugiono, Pevita Pearcel, Wulan Guritno,dan Alex Komang. Demikian pula dengan SCTV. Televisi dengan slogan ”Persembahan untuk Indonesia”ini mengemas program malam tahun baru dengan menayangkan film-film terbaik Indonesia.Seperti film Bukan Cinta Biasayang ditayangkan pada pukul 17.30 WIB.

Dilanjutkan dengan film Janda Kembang,Kutunggu Jandamu, Dirty Dancing 2, Sinema Malam dan sinetron dini berjudul Hari Cewek Penakluk. Sementara, Trans7 lebih mengedepankan program in-housepada malam pergantian tahun.Mereka akan menghadirkan Opera Van Java Spesial Tahun Baru.

Selebihnya, sama dengan televisi lainnya, Trans7 akan menghadirkan film luar negeri. ”Kami tidak mengambil segmen musik, tapi lebih ke produk sendiri,in house.Kami akan tayangkan Opera Van Java Spesial dan film,”sebut Humas Trans7 Linda. (tedy achmad/sofian dwi)

sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/293913/

JOSE MOURINHO Rindu Kembali ke Liga Inggris

MILAN (Suara Karya): Ke liga mana pun Jose Mourinho pergi, titel juara selalu mengikutinya. Namun, di antara tiga buah liga yang pernah disinggahinya, Mourinho paling cinta pada Premiership. Sebelum melatih Inter Milan, Mourinho pernah menukangi Benfica, Uniao Leiria, FC Porto, dan Chelsea. Dari dua tim terakhir, The Special One sukses meraih dua titel juara Liga portugal dan dua titel juara Premier League.

Bersama Inter, Mourinho sudah memenangi satu titel juara Seri A. Dan, meski banyak rumor mengatakan bahwa dia tak akan lama menangani La Beneamata, ia menyatakan betah berada di klub tersebut.

Meski demikian, rasa cintanya kepada Inter tak sebesar dengan rasa cintanya kepada Premiership. Lagi-lagi ia kembali menegaskan bahwa ia akan sangat senang jika bisa kembali melatih di kompetisi tersebut suatu hari nanti.

"Saya ingin kembali. Saya bukanlah orang yang suka menyembunyikan perasaan. Saya sudah berulang kali menyatakan, saya suka di sana, saya suka di sana, dan saya suka di sana," ujarnya kepada ESPN Star.

Pernyataan itu pun menimbulkan spekulasi bahwa ia akan segera hengkang dari Inter. Namun, Mourinho mengatakan, hal itu tak akan terjadi pada tengah musim seperti ini. Kalau di akhir musim, mungkin lain lagi ceritanya.

"Saya tak akan pindah klub pada tengah musim. Jadi, sampai akhir musim tak ada kesempatan buat saya untuk pergi dari Inter. Saya sudah memenangi dua titel bersama Porto, dua bersama Chelsea, dan sekarang saya ingin membuatnya jadi dua, ditambah dua, dan ditambah dua lagi dengan memenangi gelar juara bersama Inter. Hal tersebut tentu akan sangat spesial," ujarnya.

Tetapi, saya percaya saya akan kembali (ke Premier League) suatu hari nanti," tuturnya.

Kerinduan arsitek Chelsea tahun 2004 hingga 2007 itu juga diketahui oleh sang mantan rival, Sir Alex Ferguson. "Setiap saat saya berbincang-bincang dengan Jose Mourinho, dia selalu bilang bahwa dia menyukai sepak bola Inggris lebih dari yang lain," ujar Manajer Manchester United itu.

Fergie pun mengaku wajar bahwa pelatih yang dulu sering terlibat perang kata-kata dengannya itu merasa kangen dengan Liga Primer.

"Jose masih muda dan berada di Chelsea di waktu lalu telah menghidupkan kembali pikirannya tentang sepak bola Inggris. Di Italia, dia tidak mendapatkan atmosfer, intensitas, dan kedekatan seperti ketika di Chelsea," ujar Ferguson seperti dikutip dari Sportinglife.

"Jelas, dia akan merindukan itu semua. Dalam beberapa situasi, keinginan untuk kembali ke Inggris bakal selalu ada," kata manajer asal Skotlandia tersebut.

sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=243240