SIDOARJO - Ada cerita menarik di balik pesta seks yang dilakukan delapan ABG di Sidoarjo. Tiga perempuan yang melakukan tindakan amoral itu mengaku, mau diajak pesta seks dan minuman keras dengan imbalan uang karena butuh uang untuk mudik. Anis Fitria, bisa dibilang yang berperan untuk merencanakan pesta seks tersebut.
Anis Fitria baru dua hari bekerja di Kafe Casanova Sidoarjo, sebelumnya dia bekerja di Depo Bangunan Gedangan. Di Kafe itulah, Anis berkenalan dengan Yeni Ariska. Karena butuh uang untuk mudik Lebaran, Anis mau melakukan hubungan intim asalkan dibayar.
Oleh Yeni, Anis dikenalkan kepada Lusmiadi (23) dan Dani Satriadi Darma (21). Dari perkenalan itulah, kemudian terjadi transaksi untuk bersetubuh. Bahkan, tidak hanya sendirian, tapi bersetubuh bersama-sama alias pesta seks.
Kepada polisi, Anis mengaku mau melakukan seks jika dibayar Rp350 ribu. Namun, Lusmiadi menawar Rp250 dengan syarat Anis mau melayani Lusmiadi dan Dani Satriadi Darma. Karena butuh uang, Anis akhirnya mau menerima tawaran itu dan pada hari yang sudah ditentukan mereka dibawa ke kos.
Agar bisa mencicipi tubuh Anis, Lusmiadi dan Dani akhirnya patungan. Dani merogoh uang dari saku celananya Rp200 ribu, sedangkan Lusmiadi hanya Rp50 ribu. “Saya hanya meniduri Anis sekali sebelum digerebek,” aku Dani.
Sedangkan Lusmiadi mengaku dua kali menyetubuhi Anis di kamar kos milik kakak yang sudah mudik lebih dulu. Sedangkan Yeni, mengaku mau tidur dengan Galing dengan imbalan Rp150 ribu. Namun, Galing belum membayar penuh karena “pertarungan” belum usai, ketika digerebek polisi. “Sebelum digerebek sudah main dua kali," ujarnya.
Sedangkan Sela Martina (18), digilir oleh Yulianto (25) dan Taufiq (23), asal Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Namun, Taufiq masih menunggu giliran dan keburu digrebek polisi. Tiga gadis ABG itu merupakan satu teman di Café Casanova, dan nekad mau diajak pesta seks meski bulan puasa karena butuh uang untuk ongkos mudik Lebaran.
sumber : news.okezone.com
Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts
Tuesday, September 7, 2010
Thursday, January 14, 2010
Gempa Haiti, 2 warga negara Indonesia bertahan
HAITI - Dua warga negara Indonesia masih bisa bertahan pada gempa bumi dengan kekuatan 7,0 skalaricheter yang menimpa ibukota Haiti, Port au Prince, Selasa (12/1) lalu. Namun tiga warga lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Kantor perwakilan Indonesia di New York, mengindentifikasikan korban yang bertahan dalam bencana tersebut antara lain Endang Satriyani dan Yogi Anggoro. Sementara korban yang hilang hingga kini belum dapat terindentifikasi.
Dewan Keamananan PBB, Hasan Kleib, menyebutkan, Endang dan Yogi adalah sukarelawan di organisasi Minustah di Port au Prince.
"Mereka berusaha keluar dari kantor sebelum runtuh," kata Hasan seraya mengatakan bahwa stafnya telah berusaha menghubungi mereka melalui seorang pekerja Indonesia, Luigi Pralangga, di organisasi tersebut di Liberia.
Luigi mengatakan, ada tiga wanita Indonesia lainnya di Haiti. "Yogi mengaku jika dirinya pernah bertemu dengan mereka di Port au Prince. Ketiga wanita itu berasal dari Bali tetapi nama mereka masih belum diketahui. Seorang pelapor mengatakan mereka bekerja di Hotel Caribee di Port-au-Prince," kata Hasan.
Sementara, kantor perwakilan Indonesia di New York, bersama dengan petugas Minustah di New York dan Port au Prince masih melakukan pencarian terhadap ketiga warga Indonesia yang dinyatakan hilang tersebut.
sumber : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=81643:gempa-haiti-2-warga-negara-indonesia-bertahan&catid=16:internasional&Itemid=29
Kantor perwakilan Indonesia di New York, mengindentifikasikan korban yang bertahan dalam bencana tersebut antara lain Endang Satriyani dan Yogi Anggoro. Sementara korban yang hilang hingga kini belum dapat terindentifikasi.
Dewan Keamananan PBB, Hasan Kleib, menyebutkan, Endang dan Yogi adalah sukarelawan di organisasi Minustah di Port au Prince.
"Mereka berusaha keluar dari kantor sebelum runtuh," kata Hasan seraya mengatakan bahwa stafnya telah berusaha menghubungi mereka melalui seorang pekerja Indonesia, Luigi Pralangga, di organisasi tersebut di Liberia.
Luigi mengatakan, ada tiga wanita Indonesia lainnya di Haiti. "Yogi mengaku jika dirinya pernah bertemu dengan mereka di Port au Prince. Ketiga wanita itu berasal dari Bali tetapi nama mereka masih belum diketahui. Seorang pelapor mengatakan mereka bekerja di Hotel Caribee di Port-au-Prince," kata Hasan.
Sementara, kantor perwakilan Indonesia di New York, bersama dengan petugas Minustah di New York dan Port au Prince masih melakukan pencarian terhadap ketiga warga Indonesia yang dinyatakan hilang tersebut.
sumber : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=81643:gempa-haiti-2-warga-negara-indonesia-bertahan&catid=16:internasional&Itemid=29
Subscribe to:
Posts (Atom)