JAKARTA--Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), tetap yakin kasus Bank Century adalah praktik perampokan uang negara. JK juga tidak sepakat kondisi perekonomian tengah krisis saat Bank Indonesia mem-bailout Bank Century.
“Kalau krisis ada seribu rumah yang kena lima ratus. Kalau hanya satu rumah yang roboh, masak itu krisis. Masak yang kena cuma satu (Bank Century). Ini perampokan internal,” kata JK, saat diperiksa Panitia Khusus (Pansus) Angket Century, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/1).
Menurut JK, kondisi akhir tahun 2008 tidak bisa disamakan dengan krisis global yang terjadi pada era 1997-1998. JK menilai krisis 97-98 adalah krisis regional di Asia termasuk Indonesia.
Adapun pada akhir tahun 2008, menurut JK, perekonomian d Indonesia tidak seburuk seperti yang diperkirakan. Indonesia saat itu, kata JK, hanya menerima dampak dari krisis ekonomi di Amerika Serikat.
JK menegaskan, saat itu perekonomian Indonesia tidak gagal hanya banknya yang gagal. “(Bank) Yang gagal cuma satu,” kata JK.
JK yakin, tidak akan ada krisis yang besar di Indonesia seandainya pemerintah tidak menalangi Bank Century. Menurut JK, Bank Century adalah bank kecil dan sudah ada jaminan dari pemerintah untuk deposan dengan simpanan di bawah Rp 2 miliar.
Ketika anggota Pansus Angket Century, Chandra Tirta Wijaya menanyakan apakah tujuan bailout untuk menjamin deposan besar, JK menjawab “Saya tidak tahu niatnya (bailout).”
sumber : http://www.republika.co.id/berita/101054/kasus_bank_century_perampokan_uang_negara
Showing posts with label kalla. Show all posts
Showing posts with label kalla. Show all posts
Thursday, January 14, 2010
Jusuf Kalla Sampaikan Pidato Kebudayaan di Padang
Padang (ANTARA News) - Mantan Wakil Presiden RI, H Jusuf Kalla akan menyampaikan pidato budaya dalam kegiatan Dewan Kesenian Sumatra Barat (DKSB), di Padang, Jumat.
Ketua DKSB, Haris Effendi Thahar di Padang, Rabu, menyebutkan, Kalla akan menyampaikan pidato "Revitalisasi Kebudayaan Daerah Sebagai Bagian Dari Strategi Kebudayaan Nasional".
Kegiatan tersebut, dilaksanakan di Teater Utama Taman Budaya Sumbar Jalan Diponegoro Padang dihadiri para seniman dan budayawan Sumbar.
Dalam acara tersebut, Gubernur Sumbar akan menyampaikan pengantar acara sebelum Jusuf Kalla menyampaikan pidato kebudayaannya.
Melalui kegiatan tersebut, katanya, diharapkan memberikan kontribusi kepada pemikiran-pemikiran dan pengembangan kebudayaan Indonesia di masa datang.
Dalam acara tersebut, juga ditampilkan pentas musik puisi "Pentas Sakral" dan pentas musik dari kelompok Saandiko 14 Bukittinggi, tambah Haris.
Selain menyampaikan pidato kebudayaan di DKSB, Jusuf Kalla juga dijadwalkan tampil sebagai narasumber dalam kuliah umum kewirausahaan di Universitas Andalas (Unand) Padang dihadapan 300 mahasiswa dan civitas akademika kampus itu.(*)
sumber : http://www.antara.co.id/berita/1263398873/jusuf-kalla-sampaikan-pidato-kebudayaan-di-padang
Ketua DKSB, Haris Effendi Thahar di Padang, Rabu, menyebutkan, Kalla akan menyampaikan pidato "Revitalisasi Kebudayaan Daerah Sebagai Bagian Dari Strategi Kebudayaan Nasional".
Kegiatan tersebut, dilaksanakan di Teater Utama Taman Budaya Sumbar Jalan Diponegoro Padang dihadiri para seniman dan budayawan Sumbar.
Dalam acara tersebut, Gubernur Sumbar akan menyampaikan pengantar acara sebelum Jusuf Kalla menyampaikan pidato kebudayaannya.
Melalui kegiatan tersebut, katanya, diharapkan memberikan kontribusi kepada pemikiran-pemikiran dan pengembangan kebudayaan Indonesia di masa datang.
Dalam acara tersebut, juga ditampilkan pentas musik puisi "Pentas Sakral" dan pentas musik dari kelompok Saandiko 14 Bukittinggi, tambah Haris.
Selain menyampaikan pidato kebudayaan di DKSB, Jusuf Kalla juga dijadwalkan tampil sebagai narasumber dalam kuliah umum kewirausahaan di Universitas Andalas (Unand) Padang dihadapan 300 mahasiswa dan civitas akademika kampus itu.(*)
sumber : http://www.antara.co.id/berita/1263398873/jusuf-kalla-sampaikan-pidato-kebudayaan-di-padang
Subscribe to:
Posts (Atom)