Los Angeles Si seksi Megan Fox curhat soal posenya saat memakai underwear. Bintang film 'Tranformers' itu merasa tak puas dengan hasil foto-fotonya saat ia hanya dibalut pakaian dalam.
Aktris 23 tahun itu berharap, posenya dengan underwear bisa terlihat lebih klasik. Sayangnya setiap ia difoto dengan underwear, yang terjadi adalah penampilannya bagaikan seks simbol.
"Begitu aku pakai underwear, aku seorang Vargas girl," begitu kata Megan, seperti dilansir Showbiz Spy, Selasa (16/2/2010).
Sekadar informasi Vargas girl merupakan gambar kartun perempuan seksi ciptaan Alberto Vargas. Setiap perempuan yang menjadi Vargas girl biasanya menjadi simbol seks.
"Makanya saat ini, aku menjadi ragu-ragu untuk berpose seperti itu," tutur bintang film 'Jennifer's Body' itu.
sumber : detikhot.com
Showing posts with label tak. Show all posts
Showing posts with label tak. Show all posts
Wednesday, February 17, 2010
Data Nasabah Century Bocor, Pansus Tak Tahu
Jakarta - Panitia Khusus (Pansus) Angket Bank Century tidak pernah membuka data-data nasabah, tindakan tersebut dilakukan oleh oknum. Pansus tidak mengetahui hal itu.
Demikian dikatakan Anggota Pansus Bank Century dari F-Golkar, Azis Syamsudin dalam diskusi Kerahasian Bank dalam Bahaya, di Jakarta Rabu (17/2) terkait tudingan Pansus membocorkan data nasabah Bank Century. "Itu oknum, siapa yang buka dan membocorkan kita tidak tahu," katanya.
Azis mengatakan, bocornya data tersebut membuat Pansus dilema. Pasalnya dalam menjalankan tugasnya Pansus sama sekali tidak berniat untuk merugikan masyarakat. Saat ini Pansus tengah berusaha agar pembahasan data para nasabah dilakukan secara tertutup. "Itu sedang kita bahas, bahkan ada yang walk out karena tidak setuju," ucapnya.
Ia mengatakan, Pansus berencana untuk menggunakan akuntan publik dalam menyelidiki data-data para nasabah. Dengan begitu kerahasian dan ketepatan suatu data tetap terjaga. "Selain itu kita juga minta kepada Perbanas agar tetap percaya pada Pansus. Percayalah Pansus akan tetap menjaga kerahasian bank," tukasnya.
sumber : inilah.com
Demikian dikatakan Anggota Pansus Bank Century dari F-Golkar, Azis Syamsudin dalam diskusi Kerahasian Bank dalam Bahaya, di Jakarta Rabu (17/2) terkait tudingan Pansus membocorkan data nasabah Bank Century. "Itu oknum, siapa yang buka dan membocorkan kita tidak tahu," katanya.
Azis mengatakan, bocornya data tersebut membuat Pansus dilema. Pasalnya dalam menjalankan tugasnya Pansus sama sekali tidak berniat untuk merugikan masyarakat. Saat ini Pansus tengah berusaha agar pembahasan data para nasabah dilakukan secara tertutup. "Itu sedang kita bahas, bahkan ada yang walk out karena tidak setuju," ucapnya.
Ia mengatakan, Pansus berencana untuk menggunakan akuntan publik dalam menyelidiki data-data para nasabah. Dengan begitu kerahasian dan ketepatan suatu data tetap terjaga. "Selain itu kita juga minta kepada Perbanas agar tetap percaya pada Pansus. Percayalah Pansus akan tetap menjaga kerahasian bank," tukasnya.
sumber : inilah.com
Thursday, January 14, 2010
Anggodo Dinilai Tak Bersalah
Liputan6.com, Jakarta: Bonaran Situmeang, pengacara Anggodo Widjodo kecewa kliennya ditahan. Ia menilai Anggodo tak bersalah. Bonaran mengatakan di Jakarta, Kamis (14/1), adik tersangka kasus suap PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo itu korban dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang dinyatakan bebas, Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Rianto.
Anggodo malam ini ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana menghalangi proses penyelidikan dalam kasus korupsi proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan yang melibatkan Anggoro. Anggodo kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, selama 20 hari. Tersangka ditahan karena khawatir kabur [baca: Anggodo Ditahan karena Dikhawatirkan Kabur].
Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, kepastian penetapan Anggodo sebagai tersangka setelah KPK memiliki bukti kuat. Status tersangka ditetapkan setelah diperiksa KPK selama 8 jam.
Setibanya Anggodo di LP Cipinang, sempat terjadi percekcokan antara wartawan dan sipir LP Cipinang. Tersangka dibawa menggunakan dua mobil KPK.(AIS)
sumber : http://berita.liputan6.com/hukrim/201001/258989/Anggodo.Dinilai.Tak.Bersalah
Anggodo malam ini ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana menghalangi proses penyelidikan dalam kasus korupsi proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan yang melibatkan Anggoro. Anggodo kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, selama 20 hari. Tersangka ditahan karena khawatir kabur [baca: Anggodo Ditahan karena Dikhawatirkan Kabur].
Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, kepastian penetapan Anggodo sebagai tersangka setelah KPK memiliki bukti kuat. Status tersangka ditetapkan setelah diperiksa KPK selama 8 jam.
Setibanya Anggodo di LP Cipinang, sempat terjadi percekcokan antara wartawan dan sipir LP Cipinang. Tersangka dibawa menggunakan dua mobil KPK.(AIS)
sumber : http://berita.liputan6.com/hukrim/201001/258989/Anggodo.Dinilai.Tak.Bersalah
Saturday, January 9, 2010
JK Tetap Berkeyakinan Century Tak Layak Digerojok Dana
JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, yang akan didengar keterangannya sebagai saksi oleh Panitia Khusus DPR tentang Kasus Bank Century, Rabu (13/1/2010) malam mendatang, menyatakan tidak akan mengubah pandangannya terhadap Bank Century yang ditalangi dengan dana senilai Rp 6,7 triliun.
Itu kan jelas sebuah perampokan bank.
-- Jusuf Kalla
Pandangan dan sikapnya adalah tetap menolak penyehatan (bail out) sampai sebesar Rp 6,7 triliun. Sebab, Bank Century sudah dinilai bank yang gagal, tercela, serta banyak melanggar aturan Bank Indonesia. Dengan demikian, bank itu tidak pantas digerojok dana segar berdasarkan keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Tidak, tidak akan (berubah). Bank Century itu tetap perampokan bank oleh pemiliknya sendiri. Karena semuanya kan mengakui. Apakah itu Badan Pemeriksa Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan mereka yang sudah didengar keterangannya oleh Pansus DPR," tandas Kalla saat ditanya Kompas, seusai memimpin aksi donor darah di halaman sekolah Yayasan Pendidikan Islam (Yapi) Al-Azhar Rawamangun, Jakarta, Sabtu (9/1/2010) siang tadi. Dikatakan Kalla, paling jelas adalah uang nasabahnya dibawa lari.
"Itu kan jelas sebuah perampokan bank," kata JK yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat.
Menurut Kalla, ada dua hal yang membuat dirinya tetap akan menolak penyehatan terhadap Bank Century. Pertama, bank itu bank gagal dan kedua itu karena adanya perampokan oleh pemiliknya sendiri.
"Itu jelas. Tidak ada yang bisa membantah. Salah satu buktinya, Robert Tantular masuk penjara," lanjut Kalla.
Masalahnya itu-itu saja
Lebih jauh saat ditanya fokus ke arah mana kesaksiannya itu akan disampaikan untuk menjernihkan kontroversi penyehatan Bank Century terhadap Pansus DPR, Kalla mengaku tidak memiliki fokus dan tidak punya niat untuk mengarahkan. "Sebagai saksi, saya tidak punya fokus ke mana dan tidak mau mengarahkan ke mana. Sebab, saksi kan itu sifatnya hanya ditanya. Saya hanya akan menjawab apa yang ditanyakan oleh Pansus DPR," ujar Kalla.
Kalla menegaskan, masalah Bank Century itu sebenarnya itu-itu saja, seperti di antaranya sudah di proses merger, tetapi tetap saja gagal sebagai bank yang sehat. "Juga ketika ada bantuan (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek/FPJP), Bank Century tetap saja gagal," lanjutnya.
Disinggung mengenai pernyataan mantan Gubernur Bank Indonesia, yang kini Wapres, Boediono, bahwa laporan BPK tidak mempertimbangkan soal krisis yang terjadi di Indonesia pada saat Bank Century kolaps, Kalla menjawab, "Memangnya, Indonesia krisisnya seperti apa?"
Mengenai harapannya setelah ia memberikan kesaksian di Pansus DPR, Kalla mengatakan, Pansus DPR bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. "Yang terutama tidak terjadi apa-apa. Negeri ini aman-aman saja dan tetap adil sehingga perekonomian Indonesia bisa membaik kembali. Jadi, mudah-mudahan semuanya selesai dengan baik," demikian Kalla.
sumber : http://nasional.kompas.com/read/2010/01/09/16435658/JK.Tetap.Berkeyakinan.Century.Tak.Layak.Digerojok.Dana
Itu kan jelas sebuah perampokan bank.
-- Jusuf Kalla
Pandangan dan sikapnya adalah tetap menolak penyehatan (bail out) sampai sebesar Rp 6,7 triliun. Sebab, Bank Century sudah dinilai bank yang gagal, tercela, serta banyak melanggar aturan Bank Indonesia. Dengan demikian, bank itu tidak pantas digerojok dana segar berdasarkan keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Tidak, tidak akan (berubah). Bank Century itu tetap perampokan bank oleh pemiliknya sendiri. Karena semuanya kan mengakui. Apakah itu Badan Pemeriksa Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan mereka yang sudah didengar keterangannya oleh Pansus DPR," tandas Kalla saat ditanya Kompas, seusai memimpin aksi donor darah di halaman sekolah Yayasan Pendidikan Islam (Yapi) Al-Azhar Rawamangun, Jakarta, Sabtu (9/1/2010) siang tadi. Dikatakan Kalla, paling jelas adalah uang nasabahnya dibawa lari.
"Itu kan jelas sebuah perampokan bank," kata JK yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat.
Menurut Kalla, ada dua hal yang membuat dirinya tetap akan menolak penyehatan terhadap Bank Century. Pertama, bank itu bank gagal dan kedua itu karena adanya perampokan oleh pemiliknya sendiri.
"Itu jelas. Tidak ada yang bisa membantah. Salah satu buktinya, Robert Tantular masuk penjara," lanjut Kalla.
Masalahnya itu-itu saja
Lebih jauh saat ditanya fokus ke arah mana kesaksiannya itu akan disampaikan untuk menjernihkan kontroversi penyehatan Bank Century terhadap Pansus DPR, Kalla mengaku tidak memiliki fokus dan tidak punya niat untuk mengarahkan. "Sebagai saksi, saya tidak punya fokus ke mana dan tidak mau mengarahkan ke mana. Sebab, saksi kan itu sifatnya hanya ditanya. Saya hanya akan menjawab apa yang ditanyakan oleh Pansus DPR," ujar Kalla.
Kalla menegaskan, masalah Bank Century itu sebenarnya itu-itu saja, seperti di antaranya sudah di proses merger, tetapi tetap saja gagal sebagai bank yang sehat. "Juga ketika ada bantuan (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek/FPJP), Bank Century tetap saja gagal," lanjutnya.
Disinggung mengenai pernyataan mantan Gubernur Bank Indonesia, yang kini Wapres, Boediono, bahwa laporan BPK tidak mempertimbangkan soal krisis yang terjadi di Indonesia pada saat Bank Century kolaps, Kalla menjawab, "Memangnya, Indonesia krisisnya seperti apa?"
Mengenai harapannya setelah ia memberikan kesaksian di Pansus DPR, Kalla mengatakan, Pansus DPR bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. "Yang terutama tidak terjadi apa-apa. Negeri ini aman-aman saja dan tetap adil sehingga perekonomian Indonesia bisa membaik kembali. Jadi, mudah-mudahan semuanya selesai dengan baik," demikian Kalla.
sumber : http://nasional.kompas.com/read/2010/01/09/16435658/JK.Tetap.Berkeyakinan.Century.Tak.Layak.Digerojok.Dana
Subscribe to:
Posts (Atom)